This website translation is under construction, for the full website please visit the English version.

A Cloud Never Dies

Sebagai respon terhadap perang dan krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di Ukraina, komunitas internasional Plum Village merilis film A Cloud Never Dies (Awan Tidak Pernah Mati), film dokumenter mengenai guru kami, Master Zen Thich Nhat Hanh (Thay), dan alasan kami menulis surat terbuka untuk menyuarakan perdamaian dan pelucutan senjata.

Menonton Film Dokumenter

Sepanjang hidupnya, Master Zen Thich Nhat Hanh (Thay) adalah seorang pejuang perdamaian dan hak asasi manusia yang tak kenal lelah. Beberapa ajaran, wawasan, dan praktik terdalamnya ditempa selama masa perang di Vietnam.

Tiada jalan menuju perdamaian; perdamaian adalah jalan.

Thich Nhat Hanh

Sebagai “penerus spiritual” Thay, dan sebagai respon terhadap perang dan krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di Ukraina, pada tanggal 2 April 2022, Komunitas Plum Village Internasional merilis A Cloud Never Dies, sebuah film dokumenter yang mengharukan tentang kehidupan Thay, serta sebuah surat dari para murid monastik seniornya yang menyerukan semua pihak untuk menghentikan pembunuhan di Ukraina.

Dinarasikan oleh aktor Peter Coyote, A Cloud Never Dies memberikan pandangan sekilas tentang kehidupan sosok pemimpin spiritual global, penyair, dan aktivis perdamaian yang dihormati di seluruh dunia karena ajaran yang dipeloporinya mengenai sadar-penuh, etika global, dan perdamaian.

Film ini merupakan kolaborasi yang melibatkan sejarawan monastik dan anggota komunitas serta pembuat film Max Pugh dan Marc J. Francis. Tautan mengenai surat tentang Ukraina, film, panduan fasilitator untuk sharing dan menanggapi film bersama Sanggha dan anggota komunitas lainnya, serta sumber lainnya dapat ditemukan di bawah ini.

Surat Terbuka untuk Menyuarakan Perdamaian

Keluarga terkasih,

Menyaksikan tragedi perang yang terus berlanjut di Ukraina, kami membuka hati kami untuk mereka yang menderita baik para lansia maupun belia. Sebagai Komunitas Internasional Agama Buddha Terjun Aktif (Engaged Buddhism) dalam tradisi Plum Village, kami merasakan kepedihan dan kekhawatiran melihat peperangan ini.

Dalam komunitas Buddhis kami, setiap Natal kami mendengarkan bunyi lonceng gereja Rusia dengan penuh sukacita, dan kami membuka hati kami untuk melihat kekayaan warisan spiritual dari Rusia dan Eropa. Guru kami, Master Zen Thich Nhat Hanh, menyampaikan bahwa “Sebuah lonceng hanyalah sebuah lonceng, apakah itu lonceng dari Katolik, Protestan, Ortodoks, atau Buddhis, semuanya adalah lonceng.” Apa pun budaya atau agama kita, ketika mendengarkan suara lonceng, kita dapat menyaksikan dengan mendalam, saat itu kita dapat menyentuh kedamaian dan bersama-sama berada dalam sebuah dimensi spiritual. Kita semua mendambakan perdamaian. Kita butuh perdamaian.

Akar dari komunitas kami adalah tradisi Agama Buddha Terjun Aktif di Vietnam, lebih dari tiga juta orang meninggal dunia selama perang yang berlangsung hampir 20 tahun dan lebih dari dua juta orang melarikan diri dalam pengungsian. Kami tahu dari guru kami bahwa perang bukanlah solusi. Perang hanya membawa perpecahan dan kebencian yang berlangsung dari generasi ke generasi.

Baca surat selengkapnya di sini.

Menonton Bersama

Disusun untuk Sanggha dan pemimpin komunitas lainnya, PDF yang dapat diunduh ini memberikan informasi latar belakang tentang film tersebut dan tentang Master Zen Thich Nhat Hanh, saran untuk memfasilitasi diskusi tentang film tersebut, dan sumber-sumber untuk mempelajari lebih lanjut tentang ajaran Thay mengenai perdamaian dan cara-cara yang dapat dilakukan oleh para praktisi untuk mengembangkan sikap non-violence (tanpa kekerasan).

Menjadi Seorang Penyuara Perdamaian

A Cloud Never Dies tidak hanya sekadar bertujuan untuk memberi informasi kepada para penonton. Kami berharap ini juga akan menginspirasi Anda agar melakukan aksi nyata, sesuai dengan ajaran Thay mengenai engaged Buddhism (ajaran Buddhis terapan/aktif terlibat). Setelah menonton film ini, dan membaca surat untuk Ukraina, Anda mungkin bertanya: apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi penerus Thay dan menjadi instrumen perdamaian? Berikut adalah beberapa saran, yang disusun dengan bantuan dari beberapa guru Dharma awam (lay Dharma teachers) untuk Anda pertimbangkan:

Diskusi Buku: Gunakan salah satu buku yang tercantum di bawah Sumber Terpilih, bentuklah kelompok diskusi buku secara online atau tatap muka untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai Empat Belas Latihan Sadar-Penuh dari Ordo Interbeing dan aktivitas non-kekerasan yang dilakukan Thay selama Perang Vietnam.

Walk for Peace: Jadwalkan meditasi jalan kaki di luar, meditasi jalan hening untuk perdamaian, bersama komunitas Anda. Sebelum Anda berjalan, undanglah suara genta dan Anda bisa membaca salah satu puisi Thay (seperti Call Me by My True Names) atau satu bagian dari salah satu buku Thay. Setelah itu, Anda dapat duduk dalam lingkaran, mendedikasikan pelimpahan jasa dari meditasi jalan hening ini untuk semua korban perang dan kekerasan (termasuk pelaku), dan mengundang peserta untuk berbagi dari hati mereka tentang apa pun yang mungkin telah diperhatikan di sepanjang jalan, di dalam diri mereka sendiri atau di sekitar mereka.

● Menulis Surat Cinta: Thay dan Sister Chan Khong sering menulis “surat cinta” kepada para pemimpin politik, menyapa mereka sebagai saudara (brothers dan sisters), dan meminta mereka untuk memilih jalan damai ketika sedang mempertimbangkan undang-undang dan memimpin negara atau negara bagian mereka. Jika Anda adalah bagian dari Sanggha, Anda dapat berkumpul bersama untuk menulis surat kepada para pemimpin politik Anda, ingatlah selalu bahwa cinta kasih membuka lebih banyak hati (dan pintu) daripada kemarahan dan kritik.

● Berkomitmen pada Tindakan Benar: Komunitas Plum Village menawarkan 5 dan 14 Latihan Sadar-Penuh untuk mendukung kehidupan yang etis dan damai. Secara teratur melafalkan sila ini, baik sendiri atau pun sebagai bagian dari Sanggha, dapat memberikan nutrisi dan dukungan saat Anda menentukan cara terbaik untuk berbicara dan hidup di dunia yang sedang bergumul dengan kekerasan dan keputusasaan.

● Bergandengan Tangan dengan Sahabat-Sahabat Baik Lainnya: Murid-murid Thay memiliki banyak hal untuk ditawarkan pada komunitas perdamaian, lingkungan, dan keadilan rasial. Sebaliknya, kita juga harus banyak belajar dari kelompok lain yang bergerak dalam hal ini. Carilah peluang untuk bekerja sama dengan sadar-penuh sebagai sahabat di jalan ini!

Tentang Film Dokumenter

Dinarasikan oleh aktor Peter Coyote, A Cloud Never Dies adalah film biografi resmi pertama yang dibuat mengenai kehidupan Master Zen Thich Nhat Hanh. Dengan menyatukan video asli dan arsip fotografi, film ini menggambarkan kebangkitan seorang biksu muda Vietnam yang rendah hati, yang kemudian menjadi salah satu pemimpin spiritual yang paling berpengaruh dan dicintai di dunia, menginspirasi jutaan orang untuk mempraktikkan mindfulness (sadar-penuh) untuk menemukan kedamaian dalam diri mereka sendiri dan dunia. Film ini dilakukan oleh Komunitas Engaged Buddhism dari Plum Village dan dibuat oleh sejarawan monastik dan anggota komunitas Thich Nhat Hanh, bersama dengan Max Pugh dan Marc J. Francis, yang memproduksi film dokumenter “Walk With Me”.

Tentang produser

Marc J. Francis adalah seorang sutradara, produser, dan sinematografer yang mana film dokumenternya telah memenangkan pujian dari para kritikus di seluruh dunia dan telah didistribusikan ke seluruh bioskop, televisi, dan platform streaming. Sebagai seorang storyteller dan pencari kebijaksanaan, Marc menyoroti kondisi manusia dengan mengeksplorasi kisah luar biasa dari karakter kaum marginal dan para pahlawan tanpa tanda jasa dalam gaya khasnya yang imersif dan intim.

Max Pugh adalah seorang sutradara film dokumenter dan fiksi berkebangsaan Prancis-Inggris yang juga mendapat pujian dari para kritikus di seluruh dunia atas karya seni video dan instalasinya dengan komposer dan pembuat film Michael Nyman. Max juga menyutradarai drama televisi dan menulis serta menyutradarai film pendek yang didukung oleh Dewan Film Inggris.

Tanggapan

Thich Nhat Hanh pernah mengatakan bahwa bahkan jika semua bom di dunia dikirim ke bulan, hingga kita dapat menumbuhkan perdamaian di dalam hati kita, perang dan kekerasan akan tetap ada. Perdamaian, katanya, dimulai dari diri kita sendiri. Setelah menonton A Cloud Never Dies, atau saat Anda dan Sanggha Anda mencari cara untuk menjadi damai di komunitas Anda, kami akan senang mendengar wawasan dan cerita Anda. Jangan ragu untuk membagikannya di bawah ini.

Sembunyikan Transkrip

What is Mindfulness

Thich Nhat Hanh January 15, 2020

00:00 / 00:00
Tunjukkan Sembunyikan Transkrip Tutup